logo-hob

Berinvestasi di Alam untuk Ekonomi Hijau

President SBY of Indonesia with WWF DG Jim LeapeLaporan Utama Ekonomi Hijau dirilis di KTT Bumi Rio +20 pada
20 Juni 2012

Direktur Jenderal WWF International, Jim Leape, memaparkan laporan Heart of Borneo: Berinvestasi di Alam untuk Ekonomi Hijau kepada Presiden Yudhoyono dari Indonesia, seorang pendukung utama pendekatan ekonomi hijau. Temuan dan rekomendasi laporan ini dibicarakan dalam beberapa kegiatan yang berhasil selama KTT Rio +20. 

foto: WWF International / Chris Chaplin


Cover report

Laporan Heart of Borneo: Berinvestasi di Alam untuk Ekonomi Hijau

  • menampilkan nilai-nilai penting ekosistem dan keanekaragaman hayati HoB
  • menyoroti biaya lingkungan dan pendapatan yang hilang dari perekonomian saat ini 
  • menunjukkan bahwa memberi nilai pada modal alam mendukung pembangunan ekonomi lokal 
  • memberikan pilihan kebijakan dan instrumen ekonomi, serta intervensi, target dan indikator yang membumi dan lintas sektor. 


Pesan Utama

  • Untuk pembuat kebijakan

    Untuk membuat kemajuan lebih lanjut dalam masa transisi ke ekonomi hijau, pemerintah Brunei, Indonesia dan Malaysia perlu merancang kebijakan fiskal dan program investasi yang berpihak pada bisnis yang berkelanjutan yang memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan jasa ekosistem.

  • Untuk bisnis

    Bisnis yang beroperasi di dalam HoB dapat mendukung transisi menuju ekonomi hijau dengan mengurangi dampak lingkungan mereka, menjadi transparan dan saling berbagi informasi satu sama lain.

  • Untuk masyarakat global

    Masyarakat global dapat memainkan peran penting dengan memperkuat tata kelola yang berkaitan dengan hutan, menciptakan mekanisme pengelolaan hutan dan meningkatkan sumber daya pendanaan.

  • Untuk kelompok masyarakat

    Kelompok masyarakat memiliki posisi yang baik untuk membantu pemerintah dan bisnis di tingkat lokal agar lebih memahami kontribusi modal alam bagi perekonomian dan masyarakat, serta terputusnya hubungan alam dan ekonomi.