logo-hob

Berinvestasi di Alam untuk Ekonomi Hijau

Bisnis & Heart of Borneo

Bagaimana bisnis dapat secara aktif berpartisipasi dalam menghijaukan ekonomi? 

Bisnis yang beroperasi di dalam HoB dapat mendukung transisi menuju ekonomi hijau dengan: 

  • memastikan bahwa dampak mereka terhadap modal alam yang mereka gunakan berkurang atau positif 
  • berbagi informasi melalui berbagai platform seperti forum, pertemuan dan diskusi kelompok atau melalui organisasi sertifikasi 
  • menjadi bisnis yang transparan dan bertanggung jawab 
  • mendukung kemitraan publik-swasta dan menciptakan cara-cara inovatif untuk mendanai dan menyediakan modal untuk konservasi 
  • aktif terlibat dalam Jaringan Bisnis Hijau HoB (GBN HoB/ Green Business Network HoB). GBN HoB ini bertujuan untuk mempertemukan para pemangku kepentingan untuk menghasilkan perangkat dan memberikan dukungan kepada bisnis yang bersedia bekerja menuju masa depan yang berkelanjutan untuk HoB. 

Mengapa Inisiatif Heart of Borneo penting bagi bisnis? 

Ekonomi di Borneo sangat tergantung pada modal alam HoB. Ketergantungan ini dapat menimbulkan dampak negatif terhadap modal alam, dengan dampak yang signifikan pada bisnis. 

Hanya sedikit industri yang memperhitungkan biaya jasa ekosistem yang berkurang atau hilang. Berbagai kebijakan masih terus memberi insentif terhadap pengerukan, sementara biaya eksternal tetap menjadi eksternal. 

Nilai ekosistem dan keanekaragaman hayati HoB kurang diakui karena mereka merupakan produk dan jasa publik tanpa pasar atau harga. 

Praktik-praktik 'bisnis seperti biasa', yang didasarkan pada penggunaan sumber daya alam secara tidak berkelanjutan, memberi dampak negatif pada ekosistem, keanekaragaman hayati, dan kualitas kesehatan dan mata pencaharian individu, tidak sedikit di antaranya adalah masyarakat yang tergantung pada hutan

Dampak-dampak ini sering melintas batas sektor dan membebankan biaya eksternal yang luas—atau 'eksternalitas'—pada sektor ekonomi lainnya dan pada masyarakat secara keseluruhan. 

Laporan ini secara singkat menyajikan dampak dan ketergantungan berbagai sektor dalam HoB yang meliputi; 

Peluang 

Berbagai peluang bisnis berbasis keanekaragaman hayati, serta peluang bisnis inovatif lainnya yang terkait dengan energi terbarukan dan daur ulang, dapat meningkatkan pendapatan daerah, menghasilkan manfaat yang lebih merata, dan mengurangi tekanan-tekanan lingkungan. 

Beberapa contoh peluang bisnis berbasis keanekaragaman hayati antara lain: 

Beberapa contoh dari sektor hijau yang inovatif adalah: 

Menghijaukan sektor-sektor berdampak tinggi 

Sektor-sektor berdampak tinggi dalam skala besar, termasuk penebangan, perkebunan kelapa sawit, pertambangan, dan pembangkit listrik tenaga air memerlukan berbagai investasi untuk meningkatkan keberlanjutannya. Hal-hal berikut dibahas dalam laporan ini: 

Bekerja sama menuju masa depan yang bermanfaat bagi semua 

Keberhasilan membutuhkan koordinasi dan dukungan dari pembuat kebijakan, seiring dengan komitmen yang tulus dan tanggung jawab dari pihak bisnis, asosiasi bisnis, rumah tangga, konsumen dan pemangku kepentingan lainnya. 

Laporan ini menyoroti langkah penting selanjutnya yang hanya bisa berhasil jika pemerintah HoB, bisnis, kelompok masyarakat, dan media–dengan dukungan dari mitra pembangunan internasional–bergabung untuk mewujudkan transisi menuju ekonomi hijau. Tindakan-tindakan berikut ini penting untuk menjaga momentum dan menjamin komitmen jangka panjang: 

  • Forum Kemitraan HoB yang aktif, dipimpin oleh pemerintah dengan keterlibatan proaktif dari para pemangku kepentingan lainnya; 
  • Pembentukan Pusat Keunggulan (Centre of Excellence) HoB, yang dapat memberikan masukan dan dukungan untuk analisis dan menghasilkan bukti empiris; 
  • Penilaian Pertumbuhan Hijau yang komprehensif, dipimpin pemerintah, dan lintas sektoral, yang akan menjadi dasar yang kuat untuk merancang sebuah paket kebijakan terpadu; 
  • sebuah Fasilitas Pendanaan HoB  yang dapat menggabungkan pendanaan dari berbagai sumber dan memungkinkan tersedianya logistik, pengembangan kapasitas, pengumpulan data, pertukaran pengetahuan, pelatihan keterampilan, transfer informasi dan melakukan uji coba.