logo-hob

Berinvestasi di Alam untuk Ekonomi Hijau

Gambaran dan pemodelan ekonomi hijau

Di seluruh dunia, sebagai bukti kerusakan ekologi dan biaya ekonomi telah meningkat, minat untuk mencari pilihan selain 'bisnis seperti biasa' juga telah meningkat. 

Click on the image to see large version

'Ekonomi hijau' dapat dilihat sebagai paradigma ekonomi baru, mendorong pertumbuhan pendapatan dan lapangan kerja, sekaligus mengurangi risiko dan kelangkaan lingkungan—singkatnya, mewujudkan pembangunan berkelanjutan. 

Perekonomian seperti itu dapat secara tajam mengurangi atau bahkan memperbaiki kerusakan lingkungan, sekaligus mengurangi dan membantu adaptasi terhadap perubahan iklim. Ini merupakan ekonomi alternatif yang berlandaskan pada pengakuan nilai alam untuk masyarakat dan penggabungan modal alam ke dalam kebijakan ekonomi dan pengambilan keputusan di sektor swasta. 

Konsep ekonomi hijau telah berkembang luas untuk menanggapi kebutuhan terhadap strategi pembangunan rendah karbon. Namun, tidak hanya secara dramatis mengurangi karbon dengan intensif, ekonomi hijau, khususnya di negara-negara yang memiliki hutan seperti Brunei, Indonesia, dan Malaysia, harus sepenuhnya menghargai modal alam sebagai mesin pembangunan berkelanjutan. 

Penerapan ekonomi hijau perlu mempertimbangkan kontribusi alam terhadap PDB dan memikirkan kembali alokasi modal, insentif, pasar dan indikator-indikator pembangunan. 

Apa yang dibutuhkan untuk mengubah pola pembangunan dari yang berlaku saat ini, dari pola yang tidak berkelanjutan menjadi pola ekonomi yang lebih berkelanjutan dan hijau? Dan apa dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi, lapangan pekerjaan, dan dampak perekonomian lainnya? 

Mampukah masyarakat menerapkan ekonomi hijau? Apakah kita sanggup jika tidak menerapkannya? 

Mencari jawabannya adalah langkah penting dalam mengumpulkan keinginan politik dan konsensus untuk tantangan perubahan perubahan arah dan prioritas ekonomi yang tidak dapat dihindari. 

Meningkatkan kesejahteraan manusia dan keadilan sosial sekaligus mengurangi risiko lingkungan dan kelangkaan ekologi secara signifikan.
Memberikan pertumbuhan secara luas dan pada saat yang sama menjaga modal alam agar dapat memberikan ketahanan pangan, air, iklim, tanah, dan sumber daya.
Memberikan prioritas pembangunan pemerintah lokal dan nasional untuk kepentingan masyarakat, khususnya kelompok yang paling miskin.
Menjadi lebih banyak modal alam untuk penggunaan di masa depan, meningkatkan penyediaan barang untuk pendapatan generasi mendatang dan menghindari biaya yang terkait dengan kerusakan jasa ekosistem.