logo-hob

Berinvestasi di Alam untuk Ekonomi Hijau

Hasil Pemodelan: temuan makro ekonomi

Masa depan alternatif yang mengakui nilai modal alam dapat dicapai; alternatif  yang dapat mengurangi kemiskinan, meningkatkan pertumbuhan, membangun perekonomian daerah, dan mendukung strategi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. 

Click on the image to see large version

Hasil pengkajian menunjukkan bahwa berinvestasi pada modal alam akan: 

  • mengurangi biaya masa depan untuk bisnis, rumah tangga, dan pemerintah; 
  • meningkatkan pendapatan masa depan dari industri hijau dan berbasis keanekaragaman hayati ; 
  • meningkatkan hasil panen dan mengurangi konsumsi energi dalam negeri, dan; 
  • mendukung perubahan menuju perekonomian yang lebih adil dan merata. 

Dampak positif pada pertumbuhan dalam skenario Ekonomi Hijau 

Dalam skenario BSB, pertumbuhan ekonomi dan keuntungan jangka pendek swasta terkait dengan kerugian publik atas modal alam dan hilangnya berbagai sektor yang bergantung pada keanekaragaman hayati dan jasa ekosistem.. Pengurangan modal alam membebankan biaya pada masyarakat; kemampuan modal alam untuk mendukung pertumbuhan ekonomi pun berkurang setiap tahun. 

Dalam skenario Ekonomi Hijau, pengelolaan modal alam secara berkelanjutan menyebabkan peningkatan nilai, dengan keuntungan bersih yang bertambah bagi generasi saat ini dan mendatang. Memelihara tutupan hutan dan perbaikan pengelolaan hutan akan meningkatkan keanekaragaman hayati, penyimpanan karbon dan fungsi tanah, sehingga menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi dari produk-produk hutan dan ekowisata. 

Pengeluaran biaya dapat dihindari dengan menjaga fungsi hidrologi (ketersediaan air, kualitas air, retensi sedimen, pencegahan banjir, dan pemeliharaan infrastruktur ekologi seperti transportasi sungai), mengurangi perusakan jalan, mengurangi frekuensi banjir, dan meningkatkan fungsi tanah. 

Dalam skenario BSB, pada tahun 2020 biaya lingkungan atas pertumbuhan ekonomi diperkirakan melebihi pendapatan dari modal alam. Dalam skenario EH, investasi sebesar 0,6% dari PDB tiap tahun diperlukan untuk menjamin pertumbuhan ekonomi dan kualitas lingkungan hidup hingga 2020. Kebutuhan investasi akan menurun seiring waktu bersamaan dengan terciptanya kemajuan. 

Berbeda dengan skenario BSB, dalam jangka panjang, pertumbuhan akan meningkat lebih cepat di bawah skenario EH yang memelihara modal alam secara berkelanjutan. Pertumbuhan di bawah skenario EH dinilai berdasarkan perhitungan konvensional dan hijau untuk PDB. Di bawah skenario EH, baik perhitungan PDB konvensional maupun hijau akan tumbuh cepat atau lebih cepat (dan lebih berkelanjutan) dibandingkan PDB dalam skenario BSB. 

Keuntungan terus meningkat di bawah skenario EH, sedangkan pada skenario BSB tingkat pertumbuhan PDB semakin melambat dalam jangka panjang dan menengah.(untuk deskripsi skenario lihat halaman 15).

Perbandingan pertumbuhan – PDB hijau dan PDB konvensional 

Berdasarkan pengukuran PDB secara konvensional, investasi EH hingga 2030 akan menghasilkan US$ 1,7 untuk setiap US$ 1 yang diinvestasikan. Titik impas (dengan memperhitungkan seluruh investasi) akan dicapai pada tahun 2024. Jika diukur dengan PDB Hijau–yang mencakup kontribusi persediaan alam dan kesejahteraan dan memperhitungkan dampak praktik produksi dan PDB atas alam modal–investasi EH pada tahun 2030 akan menghasilkan US$ 4,2 untuk setiap US$ 1 yang diinvestasikan. 

Ketika investasi diperkenalkan, perbedaan utama dapat terlihat antara keuntungan bersih dari investasi yang menggunakan penghitungan PDB konvensional dan pendekatan PDB hijau. Dengan menggunakan PDB hijau, laba investasi langsung positif. PDB hijau dalam simulasi tumbuh lebih cepat dan lebih berkelanjutan dibandingkan PDB konvensional. 

Manfaat tambahan dari alam dan biaya yang dapat dihindari dari jasa ekosistem yang rusak, yang difasilitasi oleh investasi EH, adalah 161% lebih tinggi dari investasi itu sendiri. Hal ini sebagian didorong oleh dua perubahan penting yang timbul dari keberhasilan mempertahankan modal alam HoB ini: 

  • biaya yang dihindari: penurunan risiko dan kerusakan akibat banjir dan kekeringan, juga mengurangi gangguan pada jalan raya dan infrastruktur, kapasitas transportasi sungai yang lebih tinggi, dan pengurangan endapan lumpur; 
  • manfaat tambahan: peningkatan produksi hasil hutan bukan kayu, ekowisata, keanekaragaman hayati yang lebih tinggi, lebih banyak karbon yang disimpan dan peningkatan fungsi ekosistem. 

Penggunaan PDB konvensional, pada awalnya saja ada biaya, itulah sebabnya mengapa laba atas investasi mulai di -100%. Seiring waktu, dengan tumbuhnya PDB, laba bersih investasi pun meningkat. 

Click on the image to see large version

Meningkatkan kinerja ekonomi melalui ekonomi hijau 

Baik diukur berdasarkan PDB konvensional maupun PDB hijau, skenario EH menunjukkan potensi sedikit penurunan dalam keuntungan di sektor kelapa sawit karena hasil panen yang lebih rendah pada lahan rusak, diimbangi oleh ekosistem yang lebih baik (yang mengarah ke pengurangan biaya untuk bisnis, rumah tangga, dan pemerintah), pendapatan yang lebih besar dari hasil hutan bukan kayu dan pariwisata, hasil panen yang lebih tinggi dan konsumsi energi dalam negeri yang lebih rendah (khususnya bahan bakar fosil), yang memungkinkan biaya energi menurun di bawah BSB dan ekspor meningkat melampaui asumsi kondisi dasar. 

Pengembangan usaha berbasis keanekaragaman hayati dan perluasan sektor hijau yang inovatif juga berkontribusi terhadap kinerja ekonomi yang terus membaik.