logo-hob

Berinvestasi di Alam untuk Ekonomi Hijau

Inisiatif HOB: prioritas alam untuk ekonomi hijau

Pemerintah negara yang masuk dalam wilayah HoB telah mulai melakukan kegiatan terkoordinasi untuk mengakui dan bertindak berdasarkan nilai modal alam, beberapa di antaranya disorot dalam lini masa di bawah ini. 

Brunei, Indonesia, dan Malaysia telah memulai usaha lintas batas yang dikenal sebagai ‘Inisiatif Heart of Borneo'. Komitmen ketiga pemerintah HoB ini tercantum dalam Deklarasi HoB 2007. Ketiga negara ini telah membangun struktur pemerintahan untuk membantu memenuhi kewajiban mereka berdasarkan Deklarasi HoB dan telah mengembangkan Rencana Aksi Strategis. 

Langkah-langkah menuju ekonomi hijau 

Langkah berani ini–yang dilakukan berdasarkan pengakuan akan pentingnya hutan, air tawar, dan keanekaragaman hayati HoB–merupakan awal dari perjalanan menuju perekonomian yang menghargai alam dan melayani masyarakat.

Kebijakan sektoral seperti kebijakan tata guna lahan dan pengurangan emisi di Kalimantan, skema feed in tariffs untuk energi terbarukan (untuk menghapus hambatan untuk memasuki pasar) di Malaysia, dan kemitraan publik- swasta untuk konservasi keanekaragaman hayati di Brunei menunjukkan bukti bahwa kemajuan menuju ekonomi hijau telah dimulai. 

Tantangan dalam memajukan ekonomi hijau 

Tantangan yang ada meliputi penyelarasan dan harmonisasi rencana ekonomi dan pembangunan yang relevan dengan Inisiatif HoB. Pada saat kebijakan sektoral mulai muncul di tiap negara HoB, pendekatan ekonomi hijau yang terpadu lintas sektor diperlukan untuk mempercepat transisi menuju ekonomi yang menghargai modal alam. 

Hingga saat ini, perencanaan ekonomi, seperti Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di Indonesia, Pembangunan Koridor Sabah (SDC) di Sabah dan Koridor Sarawak untuk Energi Terbarukan (SCORE) di Sarawak telah dikembangkan secara paralel dan terpisah satu sama lain. 

Sebagai akibatnya, pendekatan ekonomi hijau yang holistik dan konsisten, yang mengarusutamakan nilai ekosistem dari lanskap HoB ke dalam kebijakan dan pengambilan keputusan ekonomi, belum menjadi norma. 

Implementasi Deklarasi HoB yang terus berlanjut menunjukkan bahwa tiga negara yang memiliki visi yang sama dapat bergerak melampaui visi ini menjadi tindakan. 

Lini masa ekonomi hijau di Heart of Borneo 

 Feb 2007  

Tiga pemerintah HoB berkomitmen pada Deklarasi HoB untuk melakukan konservasi dan pembangunan berkelanjutan yang meningkatkan kesejahteraan mereka yang tinggal di pulau tersebut, sekaligus meminimalisasi deforestasi, degradasi hutan, dan kerugian yang terkait dengan keanekaragaman hayati dan jasa ekosistem.  

 2008  

Di Indonesia, HoB ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Nasional dengan nilai lingkungan yang signifikan dan telah dimasukkan dalam rencana tata ruangpulau secara luas.

Ketiga pemerintah bekerja sama mengembangkan Rencana Aksi Strategis tiga negara.

 2009  

Ketiga pemerintah HoB telah membentuk struktur pemerintahan untuk membantu memenuhi kewajiban mereka di bawah Deklarasi HoB: Dewan Nasional HoB di Brunei, Kelompok Kerja HoB di Indonesia dan Kelompok Ahli Nasional dan Komite Pengarah di Malaysia.

 
 2010  

Setiap negara melengkapi Rencana Aksi Strategis khusus HoB, atau Kerangka Implementasi Proyek.

 Sept 2010  

Tiga negara HoB meluncurkan publikasi bersama: Pendanaan Heart of Borneo—Pendekatan Kemitraan untuk Keberlanjutan Ekonomi

 2011  

Di Malaysia, pemerintah negara bagian Sabah mengembangkan kebijakan yang berkaitan dengan REDD+ dalam kerangka ekonomi hijau untuk mengarusutamakan REDD+ ke dalam pembangunan ekonomi dan perencanaan tata guna lahan.

Di Indonesia, pemerintah kabupaten Kutai Barat di Kalimantan menciptakan kondisi yang memungkinkan bagi program REDD+ untuk tingkat kabupaten yang meliputi perencanaan tata ruang, tata kelola, dan keterlibatan pemangku kepentingan untuk meningkatkan perlindungan hutan, memanfaatkan lahan rusak untuk perluasan kelapa sawit dan menjaga hutan rakyat untuk keanekaragaman hayati, karbon, dan sosial-budaya.

Brunei menambah area hutan lindungnya secara luas, dan menghentikan penebangan hutan alam secara menyeluruh.