logo-hob

Berinvestasi di Alam untuk Ekonomi Hijau

Kunci Utama

  1. Rumah bagi sekitar 6% keanekaragaman hayati dunia, Heart of Borneo (HoB) merupakan salah satu harta karun alam terkaya yang terpendam di dunia. Hutan HoB mencakup sebagian hulu dan bagian tengah sungai dari 29 daerah aliran sungai dan menyediakan jasa ekosistem penting di seluruh area seluas 54 juta ha, lebih dari 70% dari wilayah Borneo, yang bermanfaat bagi lebih dari 11 juta orang.
  2. Kekayaan alam HoB memiliki nilai sosial dan ekonomi yang sangat besar di tingkat lokal, nasional dan global. Hal ini termasuk nilai-nilai sosial yang terkait dengan pengetahuan tradisional dan tempat-tempat suci, nilai keanekaragaman hayati dan ekosistem dalam menciptakan ketahanan terhadap perubahan iklim dan nilai produk dan jasa ekosistem yang digunakan sebagai masukan dalam berbagai sektor ekonomi Kalimantan,  tetapi banyak nilai kekayaan alam HoB yang masih kurang diakui.
  3. Meskipun masih sangat penting, modal alam HoB telah berkurang drastis dalam beberapa tahun terakhir. Bersamaan dengan hilangnya modal alam, produk dan jasa ekosistem pun menurun. Perubahan iklim, ditambah dengan memburuknya ekosistem dan keanekaragaman hayati akibat perubahan penggunaan lahan telah memberikan dampak lanjutan, termasuk kenaikan permukaan laut, risiko banjir dan kebakaran, sertaperubahan durasi dan intensitas musim hujan dan kemarau.
  4. Perekonomian Borneo saat ini tidak mendukung kesiapan terhadap perubahan iklim dan kurang melayani kebutuhan masyarakatnya. Praktik-praktik yang tidak berkelanjutan dari satu sektor perekonomian berdampak pada sektor-sektor lain dan masayarakat setempat. Hanya sedikit industri yang mempertimbangkan biaya mahal atas penurunan atau hilangnya jasa ekosistem, yang mengikis prospek perekonomian jangka panjang dan kelangsungan hidup mereka. Berdasarkan skenario Bisnis Seperti Biasa (BSB), pada tahun 2020 biaya pertumbuhan ekonomi lingkungan diperkirakan lebih besar daripada pendapatan dari kekayaan alam.
  5. Banyak nilai modal alam HoB―termasuk peran pentingnya dalam perekonomian, dalam mendukung kesejahteraan manusia secara luas dan dalam menciptakan ketahanan terhadap perubahan iklim―yang masih kurang diakui. Pengukuran ekonomi secara tradisional seperti Produk Domestik Bruto (PDB) tidak memasukkan peran modal alam dalam menentukan produktivitas, sementara banyak produk dan jasa ekosistem kekurangan pasar dan harga.
  6. Perubahan menuju ekonomi hijau yang menghargai dan berinvestasi dalam modal alam akan membantu secara drastis mengurangi kecenderungan-kecenderungan yang negatif, dan pada saat bersamaan mendukung mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Pembentukannya bergantung pada penggabungan nilai kekayaan alam ke dalam kebijakan ekonomi dan pengambilan keputusan sektor swasta.
  7. Model pendekatan menunjukkan bahwa peralihan menuju ekonomi alternatif dan hijau yang mengakui nilai kekayaan alam sangat memungkinkan. Potensi manfaat dari perubahan tersebut meliputi pengurangan kemiskinan, pertumbuhan yang lebih cepat, perekonomian lokal yang lebih kuat, dan peningkatan ketahanan terhadap perubahan iklim. Dalam jangka panjang, pertumbuhan akan meningkat lebih cepat di bawah skenario Ekonomi Hijau dimana modal alam diperlakukan secara berkelanjutan. Ekonomi hijau sangat penting untuk memastikan pertumbuhan dan pembangunan ekonomi jangka panjang dan berkelanjutan.
  8. HoB adalah contoh utama dari pendekatan terkoordinasi lintas batas di mana visi ekonomi hijau―yang dituangkan dalam Deklarasi HoB―sedang diwujudkan menjadi kenyataan. Namun, tindakan mendesak masih perlu dilakukan oleh pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya, untuk bekerja dalam kemitraan. Biaya untuk tindakan yang dilakukan lebih kecil daripada biaya tidak bertindak.