logo-hob

Berinvestasi di Alam untuk Ekonomi Hijau

Pengembangan skenario

Pemodelan ekonomi dan lingkungan memberikan cara yang praktis untuk memeriksa kemungkinan biaya, manfaat, dan implikasi secara menyeluruh dari pendekatan ekonomi hijau. 

Keandalan kegiatan pemodelan dikembangkan dengan menggunakan pendekatan partisipatif dalam mengembangkan skenario pembangunan yang tepat, menentukan faktor penggerak dan hubungan sebab-akibat, serta menyusun masukan data ke dalam model. Pemangku kepentingan memberikan masukan untuk mengeksplorasi prospek pembangunan masa depan. 

Upaya pertama telah dilakukan di Kalimantan, yang mencakup sekitar 72% wilayah HoB. Pendekatan tersebut membandingkan, dan memperkirakan berbagai perbedaan antara, dua cara atau skenario masa depan yang sangat berbeda

Skenario Bisnis Seperti Biasa 

Cara pertama, dikenal sebagai skenario 'Bisnis Seperti Biasa (BSB)', berasal dari kumpulan data tutupan lahan dan penggunaan lahan yang mengidentifikasi wilayah dan lokasi izin kehutanan, kelapa sawit, dan pembangunan pertambangan. 

Skenario ini berlandaskan pada asumsi bahwa pembangunan di bawah ini izin-izin tersebut akan dilaksanakan seluruhnya dan bahwa praktik-praktik berkelanjutan bukan merupakan hal yang lazim. 

Skenario Ekonomi Hijau 

Di bawah skenario 'Ekonomi Hijau (EH)', perubahan signifikan akan dilakukan. Sebagai contoh: 

  • pengembangan kelapa sawit hanya dilakukan di daerah yang rusak 
  • peningkatan produk kelapa sawit dan kayu bersertifikat 
  • lahan kehutanan yang tak terpakai dilindungi dan/atau diperbaiki 
  • penggunaan pupuk dan pestisida dikurangi 
  • praktik pertambangan disesuaikan dengan praktik terbaik internasional 
  • efisiensi dan investasi energi pada energi terbarukan diprioritaskan 
  • industryberbasis keanekaragaman hayati diperluas 
  • penerapan model bisnis yang inovatif untuk mengembangkan perekonomian daerah

Metodologi 

Skenario tata ruang untuk skenario Ekonomi Hijau dan Bisnis Seperti Biasa dikembangkan dengan menggunakan perangkat lunak analisis perubahan lahan LCM (Land Change Modeler) IDRISI, bersama dengan perangkat analisis GIS lainnya. Skenario-skenario tersebut mewakili masukan-masukan yang digunakan untuk menilai keuntungan atau kerugian jasa ekosistem dengan menggunakan perangkat InVEST (Integrated Valuation of Ecosystem System Services and Tradeoffs). 

Perangkat simulasi dinamis untuk perencanaan pembangunan, berdasarkan Treshold 21, digunakan untuk menciptakan analisis hubungan alam-ekonomi secara lebih terpadu.