logo-hob

Berinvestasi di Alam untuk Ekonomi Hijau

Pembuat kebijakan & Heart of Borneo

Mengapa pembuat kebijakan di Brunei, Indonesia dan Malaysia harus berinvestasi di kawasan Heart of Borneo? 

Modal alam HoB berperan penting dalam mendukung produktivitas berbagai sektor ekonomi dan kesejahteraan sosial. Modal alam tersebut memainkan peran penting dalam menjamin pangan, air dan energi bagi jutaan penduduk Borneo. 

Untuk sepenuhnya mewujudkan visi yang digariskan dalam Deklarasi HoB (2007) dan untuk membuat kemajuan lebih lanjut dalam transisi menuju ekonomi hijau, Brunei, Indonesia dan Malaysia, dengan dukungan dari semua pemangku kepentingan, perlu berinvestasi dalam ekosistem dan keanekaragaman hayati HoB . 

Deforestasi dan degradasi lingkungan memiliki beberapa penyebab, tapi mereka memiliki satu penyebab yang sama: putusnya hubungan yang mendasar antara ekonomi dan alam. Hanya sedikit yang menyadari dampak dari hilangnya cadangan alam dan berkurangnya jasa ekosistem  yang terkait dengan  hilangnya arus pendapatan dan biaya tambahan yang membebani masyarakat. 

Menurunnya jasa ekosistem, hilangnya spesies, dan memburuknya kesehatan dan ketahanan ekosistem meningkatkan kerentanan masyarakat dan ekonomi lokal. Karena jasa ekosistem Heart of Borneo mengalami penurunan, biaya bagi bisnis, pemerintah, dan individu pun meningkat. Maka tindakan mendesak diperlukan untuk memulihkan dan mempertahankan ekosistem yang menyediakan jasa-jasa ini. 

Jenis investasi seperti apa yang bisa dilakukan pemerintah? 

Pemerintah Brunei, Indonesia dan Malaysia perlu memainkan peran utama dalam transisi menuju ekonomi hijau. Faktor kuncinya adalah melakukan perubahan dalam penggunaan infrastruktur ekonomi di mana kebijakan-kebijakan (fiskal), alokasi subsidi, dan legislasi berpihak pada praktik yang berkelanjutan dan mengharagai tata kelola (lokal) yang baik, sejalan dengan bisnis yang memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan jasa ekosistem. 

Pergeseran menuju infrastruktur ekonomi yang memberikan insentif dan disinsentif yang tepat merupakan hal yang sangat penting. Penggabungan intervensi kebijakan ekonomi ke dalam satu paket kebijakan akan memungkinkan berbagai instrumen ekonomi untuk memobilisasi fiskal,  perubahan-perubahan dan (dis)insentif lainnya. 

Instrumen-instrumen ekonomi ini memberikan insentif atas kinerja yang baik dari pihak pemerintah daerah, sektor swasta dan masyarakat berdasarkan target dan indikator ekonomi, sosial, dan modal alam. Instrumen-instrumen ekonomi ini menjadi kurang efektif jika diterapkan secara terpisah; sebuah paket yang memastikan adanya sinergi dan pembagian biaya serta manfaat. 

Langkah-langkah lain yang dilakukan untuk mengembangkan lingkungan yang secara tepat mendorong pelaksanaan ekonomi hijau meliputi: 

  • menyusun peraturan yang mengharuskan penghitungan modal alam ke dalam seluruh sektor ekonomi 
  • memastikan pembahasan kepemilikan tanah dan hak kepemilikan.
  • merancang prosedur yang transparan dan bertanggung jawab untuk memfasilitasi ekonomi hijau. 

Nilai dari laporan ini 

Para pembuat kebijakan hanya akan mengambil tindakan jika mereka yakin akan kontribusi modal alam terhadap ekonomi dan masyarakat. Laporan ini membantu meningkatkan kesadaran akan timbulnya biaya-biaya tambahan yang disebabkan oleh pengelolaan tata ruang yang buruk dan pertumbuhan ekonomi yang cepat. Dalam jenis ekonomi seperti ini, cadangan alam dan jasa ekosistem tidak dipelihara, sebaliknya mereka hanya dibiarkan saja. 

Hasil-hasil awal yang tertuang dalam laporan Heart of Borneo: Berinvestasi di Alam untuk Ekonomi Hijau mengungkapkan berbagai perbedaan penting antara hasil dalam skenario Bisnis Seperti Biasa vs skenario Ekonomi Hijau. Dalam jangka panjang, dalam hal lingkungan, sosial dan ekonomi, ekonomi hijau akan jauh lebih bermanfaat dibanding skenario Bisnis Seperti Biasa (BSB). 

Bekerja sama menuju masa depan yang bermanfaat bagi semua 

Keberhasilan membutuhkan koordinasi dan dukungan dari pembuat kebijakan, seiring dengan komitmen yang tulus dan tanggung jawab dari pihak bisnis, asosiasi bisnis, rumah tangga, konsumen, dan pemangku kepentingan lainnya. 

Laporan ini menyoroti langkah penting selanjutnya yang hanya bisa berhasil jika pemerintah HoB, bisnis, kelompok masyarakat, dan media–dengan dukungan dari mitra pembangunan internasional–bergabung untuk mewujudkan transisi menuju ekonomi hijau. Tindakan-tindakan berikut ini penting untuk menjaga momentum dan menjamin komitmen jangka panjang: 

  • Forum Kemitraan HoB yang aktif, yang dipimpin oleh pemerintah dengan keterlibatan proaktif dari para pemangku kepentingan lainnya; 
  • Pembentukan Pusat Keunggulan (Centre of Excellence) HoB , yang dapat memberikan masukan dan dukungan untuk analisis dan menghasilkan bukti empiris; 
  • Penilaian Pertumbuhan Hijau yang komprehensif, dipimpin pemerintah, dan bersifat lintas sektoral, yang menjadi dasar yang kuat untuk perancangan sebuah paket kebijakan terpadu; 
  • sebuah Fasilitas Pendanaan HoB  yang dapat menggabungkan pendanaan dari berbagai sumber dan memungkinkan tersedianya logistik, pengembangan kapasitas, pengumpulan data, pertukaran pengetahuan, pelatihan keterampilan, transfer informasi dan melakukan uji coba.