logo-hob

Berinvestasi di Alam untuk Ekonomi Hijau

Terputusnya hubungan alam-ekonomi

Meskipun modal alam HoB memiliki nilai ekonomi dan sosial, dan pengelolaannya yang buruk akan menyebabkan biaya yang tinggi, peran penting modal alam HoB dalam perekonomian dan kesejahteraan manusia sebagian besar masih tetap diabaikan. 

Peran penting modal alam 

Pengukuran PDB tidak mempertimbangkan peran penting modal alam dalam menentukan produktivitas. Hanya sedikit industri yang mempertimbangkan biaya pengurangan atau hilangnya jasa ekosistem. Kebijakan yang ada terus memberikan insentif terhadap pengerukan. Biaya eksternal tetap menjadi eksternal bagi mereka yang bertanggung jawab. 

Nilai ekosistem dan keanekaragaman hayati HoB kurang diakui karena mereka merupakan produk dan jasa milik  'publik' tanpa pasar atau harga. Kurangnya insentif untuk upaya pelestarian menyebabkan buruknya pengelolaan ekosistem yang berdampak pada fungsi ekologi dan, pada gilirannya, mengakibatkan berbagai kerugian akibat hilangnya sumber pendapatan. Investasi yang cukup besar mungkin dibutuhkan untuk mengimbangi kerugian yang terjadi. 

Click on the image to see large version

Dampak dari praktik 'bisnis seperti biasa' 

Praktik 'bisnis seperti biasa', didasarkan pada penggunaan sumber daya alam secara tidak berkelanjutan, memiliki dampak negatif pada ekosistem, keanekaragaman hayati, dan kualitas kesehatan manusia dan mata pencahariannya, tidak sedikit di antaranya adalah masyarakat yang tergantung pada hutan. Dampak ini sering melintas batas sektor dan membebankan biaya eksternal–atau 'eksternalitas’–pada sektor-sektor ekonomi lainnya dan pada masyarakat secara keseluruhan. 

Tingkat keuntungan industri ekstraktif HoB secara signifikan sering tergantung pada fakta bahwa banyak biaya lingkungan yang terkait dengan proses-proses produksi yang dieksternalisasi. 

Beberapa industri saat ini sudah membayar biaya jasa, seperti pengolahan atau pengerukan air, yang disediakan secara gratis atau murah oleh ekosistem apabila berfungsi dan dikelola dengan baik. 

Perekonomian saat ini tidak hanya kurang menghargai nilai modal alam tetapi juga tidak terbuka atau cukup merata. Pertumbuhan ekonomi secara pesat yang terjadi di Borneo dalam beberapa tahun terakhir jelas telah menguntungkan beberapa pihak. 

Namun, pertumbuhan dalam bentuknya saat ini terlihat tidak berkelanjutan, baik bagi ekosistem pulau maupun spesiesnya–yang menghadapi tekanan yang berat–serta masyarakatnya–yang banyak di antaranya, meskipun PDB mengalami peningkatan yang pesat, terus menderita akibat tingginya tingkat pengangguran dan kemiskinan.